A Letter For You #2

Haiiiii… udah lama nggak update nih. Sebenernya ada banyaaakkkk banget kejadian yang terjadi di hidupku dan mau aku share ke kalian semua.. tapi sayang nggak sempet buat nulisnya hehehe πŸ˜›

By the way, baru-baru ini ada kejadian yang very very very dramatic. Dimana dua orang sahabatku ( A dan C) mengalami cinta segitiga dengan seorang cowok (B). Dan kebetulan cowoknya itu kakak kelas yang sempet nge MOS kelas ku dulu. Intinya, temenku si A suka sama kak B dan sering cerita ke kita-kita termasuk ke si C. Tapi ternyata kak B malah PDKT ke C padahal C nggak suka sama kak B. Dan C itu nggak bilang ke A kalo kak B ngedeketin dia. Dan suatu hari si A mulai merasa ada keanehan dari si C. Dan setelah di paksa akhirnya si C ngaku bahwa dugaan A selama ini bener. Dan A pun kecewa, kenapa C nggak ngomong dari dulu.

Dan ternyata si C dan kak B………… stopppp! Dilanjut di postingan berikutnya aja yaa hehehe πŸ˜€

Masih penasaran? Aku kasih puisi aja yah πŸ˜€ meski nggak bisa disebut puisi juga sih. Sekedar tulisan abal-abal yang mewakili perasaan seseorang yang bingung memilih antara sahabat atau cinta. Selamat membaca!

Dibawah rinai hujan
Ditengah dinginnya hawa senja
Ku terdiam
Terpaku oleh berbagai ukiran luka
Sudah sejak lama aku menunggu
Menunggu nya
Seseorang yang kunanti
Kehadirannya di hidupku
Tak pernah aku bayangkan
Sosoknya yang misterius
Sungguh, kini ku merindukan dia
Namun apa daya
Aku hanyalah sebuah bayangan di matanya
Yang lewat begitu saja
Tanpa dia peduli
Salahkah aku mencintainya?
Salahkah aku memiliki rasa ini?
Hujan diluar semakin deras
Dan semakin menakutkan
Dengan gemuruh di hatiku ini
Ku termangu
Hingga aku bertanya tanya
Ada apa dengan semua ini?
Mengapa begitu banyak cobaan yang kuterima?
Dan mengapa
Mengapa harus melibatkan sahabatku?
Ku ingin menangis
Ku ingin berteriak
Kenapa begitu sulit?
Peristiwa demi peristiwa
Mengukir sebuahcerita
Sahabat atau cinta?
Huh… sungguh mengenaskan
Aku tak ingin melepasnya
Egoiskah aku?
Tapi aku juga tak mau kehilangan sahabatku
Mungkin saja
Sahabatku punya rasa yang sama
Akankah yang kutakutkan selama ini menjadi nyata?
Jika memang benar
Aku berusaha untuk melepasnya
Entah aku rela atau tidak
Namun demi sahabatku
Aku tak mau dia terluka
Aku tak mau menjadi sebuah duri
Diantara dua hati yang terikat
Aku memang menyukainya
Tapi sekarang
Aku hanya bisa mengatakannya lewat doa
Mungkin..
Hanya sekedar memandangnya dari kejauhan
Melihat senyumnya
Mendengar canda tawanya
Aku sudah cukup bahagia
Aku juga bersyukur masih bisa menyapanya
Dan aku mengerti
Bahwa sudah tak ada lagi ruang di hatinya
Meski jauh di lubuk hatiku yang paling dalam
Masih ada sisa sisa rasa yang membekas
Sudahlah, mungkin ini bukan takdir kita
Semoga kau bahagia dengannya πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s